Oleh : Masrul Gusti
Seribukubah.com – Masjid berasal dari kata Sajada yang berarti tempat sujud (Perkataan masjid berasal dari bahasa Arab. Kata pokoknya sujadan, fi’il madinya sajada (ia sudah sujud)
Sementara itu, masjidan merupakan kata benda yang memiliki arti tempat bersujud. Sehingga dapat dimaknai bahwa masjid adalah sebuah tempat untuk bersujud umat muslim kepada Allah SWT.
Masjid yang pertama kali di bangun di dunia ialah masjid Quba. Saat itu Rasulullah SAW dalam perjalanan hijrah dari Mekkah menuju Madinah, kemudian Nabi mendirikan masjid untuk pertama kalinya di perkampungan Quba.
Masjid yang dibangun pada 8 Rabiul Awwal atau 23 September 622 Masehi ini memiliki sejarah penting bagi perkembangan umat muslim.
Seiring berjalannya waktu dengan perkembangan zaman yang semakin pesat, Masjid tentu saja tidak terbatas sebagai tempat ibadah atau ritual keagamaan belaka, akan tetapi dapat menjadi pusat peradaban dan pemberdayaan umat terutama umat muslim
Selain itu Masjid tidak saja berfungsi sebagai institusi spiritual tetapi jauh lebih daripada itu. Masjid dapat menjadi corong publikasi bagi masyarakat dalam memberikan informasi sosial, sarana komunikasi, institusi pendidikan, pemerintahan, dan lainnya.
Dengan peran yang sentral tersebut, peradaban umat Islam dibangun dari masjid dan pada akhirnya kemajuan peradaban dapat berkembang mewarnai kehidupan masyarakat.
Sebagaimana diketahui, banyak inovasi perkembangan umat Islam berawal dari aktivitas masjid. Salah satunya keberadaan Pondok pesantren di Indonesia dibangun bermula dari keberadaan sebuah masjid yang digunakan oleh para kiai mengajar.
Kemudian, karena bertambahnya masyarakat yang ingin belajar dan datang dari tempat yang jauh, maka secara bertahap dibangunlah pondok-pondok tempat mereka menginap. Pada akhirnya, berdirilah sebuah pesantren tempat mencetak para ulama dan menjadi pusat pengembangan Islam di Indonesia.
Selain itu, merujuk pada keberhasilan Rasulullah SAW dalam menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan spritual, pemikiran, aktivitas kemasyarakatan yang selanjutnya membentuk budaya dan peradaban yaitu melalui masjid Nabawi. Demikian besarnya peran masjid dalam peradaban zaman.
Ekspektasi Masjid di era Digital
Ketika bicara ekspektasi global umat muslim pada era kekinian, tentunya akan berujung pada harapan-harapan akan kelayakan sebuah tempat ibadah yang bernama Masjid. Baik itu pembangunan fisik, Ilmu Tekhnologi (IT), manajemen struktural, manajemen keuangan, program dan lainnya.
Harapan itu tidaklah terlalu muluk jika ditunjang dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Banyak kemudahan yang dapat diinput melalui IT, tinggal bagaimana pengurus rumah ibadah itu sendiri mempunyai kemampuan membangun korelasi dengan berbagai pihak.
Selain korelasi, yang tidak kalah pentingnya adalah penguasaan Ilmu dan Tekhnologi (IT) sebab sesuai dengan tuntutan zaman, apapun ilmunya, tekhnologi digital harus lebih dahulu dikuasai.
Teknologi di era globalisasi telah mengalami kemajuan yang begitu
pesat. Berbagai macam media komunikasi bersaing dalam memberikan informasi tanpa batas. Sekarang kita bisa melakukan dakwah melalui fasilitas digital yang ada.
Akhirnya kita sama-sama berharap, semoga ada paradigma baru strategi pengembangan Rumah Ibadah Umat Muslim yang bernama Masjid.
Sebagaimana diketahui bahwa makna ibadah di dalam Islam adalah luas menyangkut segala aktivitas kehidupan yang ditujukan untuk memperoleh ridho Allah
Semoga saja tulisan ini menjadi Ibadah. Wallahualam bish-shawab. **







