RENUNGAN MENYAMBUT RAMADHAN 1446 H : Apakah ghibah dapat menghapus pahala?

 

WARTA PESISIR – Penggunjing (Ghibah): Membicarakan keburukan orang lain tanpa sepengetahuan mereka juga dapat mengurangi pahala puasa.

*Dosa apa yang dapat menghapus pahala?*

Dia menyebutkan lima perbuatan tersebut, yaitu dengki, emosi, ghibah, takabur, dan riya. Semua perbuatan ini dapat menghilangkan segala pahala yang telah kita kumpulkan dan bahkan mengubahnya menjadi dosa.

*Apakah orang yang di ghibah mendapatkan pahala?*

Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. (QS. al-Hujurat: 12) Karena itu, para ulama memahami, kedzaliman ghibah akan berlanjut di akhirat. Dimana orang yang dighibah akan diberi pahala dari orang yang meng-ghibahnya. Sehingga ghibah mengurangi pahala seseorang.

*Bagaimana hukumnya jika ghibah didengar oleh orang?*

Lalu bagaimana hukumnya orang yang mendengarkan ghibah? Ustadz Firdaus mengatakan, orang yang mendengarkan ghibah mendapatkan dosa yang sama seperti pelakunya. Dengan demikian, orang yang mendengarkan ghibah tidak selamat dari dosa. Kecuali, jika ia mengingkari dengan lisannya atau dengan hatinya.

*Dosa ghibah apakah bisa diampuni?*

Ya, dosa ghibah dapat diampuni dengan bertaubat, tetapi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

Syarat-syarat taubat ghibah: Menyesal dan berjanji tidak mengulanginya, Memohon ampunan kepada Allah SWT, Memohon ampunan kepada orang yang dighibah, Meminta dihalalkan dari orang yang dighibahi, Beramal saleh.

*Cara-cara bertaubat ghibah:*

Beristigfar untuk diri sendiri dan orang yang dighibah

Membicarakan kebaikan orang yang dighibah di tempat yang pernah menggunjingnya

Memohon maaf langsung kepada orang yang dighibahi, jika memungkinkan

Mendoakan kebaikan untuk orang yang dighibahi

Menyanjung orang yang dighibahi di tempat yang dighibahi

Ghibah adalah perbuatan dosa besar yang sangat dibenci Allah SWT. Ghibah adalah membicarakan keburukan atau aib orang lain di belakang mereka.

Menurut hadis Nabi Muhammad SAW, *dosa ghibah* lebih berat daripada *dosa zina*. Artinya, seorang pezina yang bertobat masih bisa diampuni oleh Allah, tetapi orang yang bergunjing tidak akan diampuni hingga orang yang digunjing itu memaafkannya.  **

Pos terkait