Warpes, Jakarta – Proyek pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru Seksi I Ruas Padang-Sicincin menunjukkan kemajuan.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bersama sejumlah pihak tengah menggenjot masalah pembebasan lahan yang ditargetkan kelar pada Juli 2022.
Berdasarkan data Kantor Wilayah ATR/BPN Sumbar, dari 1.485 bidang tanah sebanyak 920 bidang atau 61,95 persen telah dibebaskan
Sementara itu sisanya sebanyak 565 bidang atau 38.05 persen masih dalam proses pembebasan.
Adapun proses yang dimaksud, meliputi penyelesaian administrasi pemerintah, pembayaran uang ganti rugi, proses validasi dan verifikasi dokumen serta penilaian
Terkait hal ini, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy mengklaim bahwa tidak ada masyarakat yang menolak pembebasan lahan untuk pembangunan Tol Padang-Pekanbaru ini.
Menurut Audy, permasalahan yang muncul lebih kepada persoalan administratif.
Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Kementerian ATR/BPN Embun Sari mengatakan, kekurangan anggota menjadi faktor proses penyelesaian administrasi di lapangan memakan waktu yang cukup lama.
Proses administratif memakan waktu karena menurutnya, banyak dokumen yang harus divalidasi agar tidak terjadi permasalahan umum seperti sebelumnya.
Untuk mengatasi masalah ini, pihaknya akan mengirimkan personel dari Kantor BPN Kota Padang guna membantu pengurusan pembebasan lahan.
“Kita tambah anggotanya karena teman-teman tim pembebasan tanah itu kan sedikit ya, karena mereka sudah kerja siang malam dan kembali lagi memeriksa berkas ini butuh kehati-hatian, jadi kalau lebih banyak orang mungkin tidak terlalu capek,” kata Embun, dikutip dari Antara, Selasa (7/6/2022).