ROKAN HILIR – Aksi unjuk rasa sejumlah Mahasiswa Rokan Hilir (Rohil) di gedung DPRD Rohil pada Senin tanggal 8 september kemarin melahirkan sejumlah kontradiksi dan Ironi.
Berikut ini sejumlah ironi tersebut yang Warta Pesisir himpun melalui fakta dilapangan.
1. Demo Mahasiswa Rohil tidak bermaksud membubarkan DPR
Dalam orasinya seorang mahasiswa mangatakan pihaknya tidak bermaksud membubarkan DPR, mereka hanya kecewa dengan kinerja DPRD Rohil dan sistem penegakan hukum di Rohil yang terkesan stagnan.
2. Hampir Terjadi Baku Hantam
Tidak seperti biasanya, saat demonstrasi massa, seorang Sekretaris dewan terlihat pasang badan berusaha membatasi jarak antara pendemo dengan anggota dewan, sehingga menyebabkan massa marah dan hampir terjadi baku hantam. (Dalam klarifikasinya Sekwan Budi mengatakan ingin memberikan perlindungan kepada Ketua DPRD).
3. Pendemo siapkan ban bekas untuk dibakar
Saat atmosfer aksi kian memanas, massa keluarkan ban mobil bekas siap untuk dibakar, beruntung pihak kepolisian secara persuasif berhasil menggagalkan aksi tersebut
4.Kata sambutan Ketua DPRD Rohil mengecewakan Mahasiswa.
Didalam ruangan rapat, usai mahasiswa menyampaikan tuntutannya, Ketua DPRD Ilhami hanya memberikan kata sambutan singkat tanpa mwmberikan solusi apapun. Beruntung wakil ketua DPRD Maston, berhasil memberikan jawaban yang dapat diterima para pendemo.
5. Ketua DPRD Ilhami Hampiri pihak Keamananan dan ucapkan selamat Ultah untuk Polwan
Ironi lainnya terjadi ketika ketua DPRD Ilhami menghampiri pihak keamanan yang sedang apel pembubaran lalu mengucapkan terima kasih dan ucapan selamat HUT Polwan sekaligus memberikan tumpeng.
6. Ketua DPRD Ilhami Kabur setelah Berjanji “Tunggu” dengan wartawan
Usai acara, para wartawan yang meliput bermaksud mewawancarai ketua DPRD Ilhami, namun Ilhami mengatakan “tunggu” seraya belalu meninggalkan awak media, dan masuk kedalam ruangannya. Setelah ditunggu sekian lama, ternyata politisi partai Golkar itu telah pulang melalui pintu depan kantor. (M*)







