PEKAITAN – Satgas TMMD bersama warga Dusun Karang Rejo, Kepenghuluan Karyo Mulyo Sari, Kecamatan Pekaitan bergotong royong mengerjakan semenisasi Jalan Nangka, sebuah proyek yang menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat.
Proyek semenisasi jalan sepanjang 150 meter dengan lebar tiga meter itu dilakukan secara swadaya gotong royong oleh masyarakat bersama TNI. Dengan demikian tercipta ikatan kemanunggalan antara TNI dan rakyat.
Program TMMD ke-125, yang berlangsung dari 23 Juli hingga 21 Agustus 2025, menyasar beberapa kepenghuluan di Kecamatan Pekaitan, termasuk Karyo Mulyo Sari.
Tidak hanya pada kegiatan fisik, namun program TMMD juga menyasar pada kegiatan non-fisik seperti penyuluhan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pagi ini, anggota Satgas TMMD bekerja keras bersama warga setempat, mengolah adonan semen, meratakan permukaan, dan memastikan jalan yang dibangun kokoh dan tahan lama.
Proyek ini dirancang untuk memudahkan akses transportasi warga, terutama untuk mengangkut hasil panen dan mendukung aktivitas sehari-hari seperti perjalanan anak-anak ke sekolah.
Suasana di lokasi proyek dipenuhi semangat gotong royong. Prajurit TNI dengan seragam lapangan dan warga dengan pakaian sederhana bekerja bahu-membahu, saling membantu mengangkut material dan meratakan adonan semen.
Tawa dan obrolan ringan sesekali terdengar, menciptakan suasana yang penuh keakraban.
Kehadiran warga yang secara sukarela ikut bekerja, termasuk tokoh masyarakat setempat, menjadi bukti nyata antusiasme menyambut program TMMD ini.
Bapak Samiran (38), Sekretaris Desa (Sekdes) Karyo Mulyo Sari yang turut bekerja di lokasi, mengungkapkan rasa syukurnya atas pembangunan jalan ini. “Jalan Nangka ini dulu sering becek kalau musim hujan, susah dilalui motor apalagi untuk bawa hasil kebun.
Sekarang, dengan bantuan TNI, jalan ini mulai bagus. Saya ikut membantu karena ini untuk masa depan kampung kami. Terima kasih kepada TNI yang sudah peduli dengan kami,” ujarnya sambil mengelap keringat di dahinya.
Serda Zainudin Pulungan, anggota Satgas TMMD dari Yonif 132/Bima Sakti, turut berbagi cerita tentang pengalaman ini. “Melihat warga, termasuk Bapak Samiran, ikut bekerja bersama kami dengan semangat, rasanya seperti keluarga. TMMD bukan hanya soal membangun jalan, tapi juga membangun hubungan yang erat dengan masyarakat.
Kami senang bisa membantu mewujudkan harapan warga di sini,” katanya dengan senyum, sambil memegang sekop yang digunakan untuk meratakan semen.
Progres pekerjaan di Jalan Nangka menunjukkan kemajuan signifikan, dengan sekitar 20% dari total panjang 150 meter telah terselesaikan hingga siang ini.
Jalan ini, dengan lebar 3 meter dan tebal 15 sentimeter, diharapkan menjadi tulang punggung akses transportasi yang lebih baik bagi warga Dusun Karang Rejo.
Selain proyek fisik, Satgas TMMD juga menggelar kegiatan non-fisik seperti penyuluhan tentang pertanian dan kesehatan, yang bertujuan memberdayakan masyarakat untuk masa depan yang lebih baik.
Momen gotong royong di Jalan Nangka ini bukan sekadar tentang pembangunan infrastruktur, tetapi juga tentang menjalin ikatan emosional yang kuat antara TNI dan warga. TMMD ke-125 di Kepenghuluan Karyo Mulyo Sari tidak hanya meninggalkan jejak berupa jalan yang kokoh, tetapi juga kenangan kebersamaan yang menghangatkan hati.
Di bawah sinar matahari Pekaitan yang cerah, Satgas TMMD dan warga terus bekerja bersama, menorehkan cerita kemanunggalan yang akan dikenang oleh generasi mendatang.
Program ini, yang akan berlangsung hingga 21 Agustus 2025, diharapkan terus membawa manfaat nyata bagi masyarakat Kecamatan Pekaitan, sembari memperkuat harmoni antara TNI dan rakyat. (Rls)







