Di Pekanbaru, LPA Temukan Prostitusi Online Melibatkan Anak Usia Sekolah

  • Whatsapp

Pekanbaru (wartapesisir) –-Prostitusi berbasis online bukan merupakan hal baru di tanah air. Termasuk juga di Pekanbaru, di mana tidak jarang pelakunya justru masih usia sekolah. Hal ini menjadi pemandangan miris bagi banyak pihak.

Seperti dikutip dari CAKAPLAH.COM, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau, Esther Yuliani, mengakui bahwa di Pekanbaru praktik prostitusi online tersebut masih terjadi.

Bahkan sebutnya, dari temuannya beberapa waktu lalu, ada anak usia 12 tahun yang terlibat prostitusi tanpa diketahui oleh orang tuanya.

Untuk mencegah terjerumusnya anak-anak dalam prostitusi online, Esther menegaskan bahwa peran orang tua sangat penting. Orang tua harus memahami anak dan menjadi sahabat yang mendengarkan keluh-kesahnya.

“Saat ini banyak anak yang tidak dekat dengan orang tua, sehingga mereka mencari pelarian di luar keluarga,” kata Esther, Rabu (9/1/2019).

Esther menyebutkan bahwa, orang tua dewasa ini lebih banyak memberikan fasilitas kepada anak. Baik itu kendaraan, alat komunikasi, dan lainnya. Namun yang juga diperlukan anak, seperti perhatian mulai terabaikan.

“Meskipun orang tua sibuk, minimal tiap hari ada beberapa jam waktu khusus untuk orang tua dan anak, orang tua juga perlu tahu seperti apa anak di Medsos, seperti apa lingkungannya, dengan siapa bergaul,” kata Esther.

Di samping itu tambahnya, untuk menekan prostitusi online yang menyasar anak, peran pemerintah dan penegak hukum juga penting. Aparat harus bisa bertindak tegas kepada penyalur prostitusi tersebut dan tidak tebang pilih.

Termasuk juga melibatkan pelaku usaha seperti wisma dan hotel. Pasalnya, tempat tersebut menjadi salah satu penunjang bisnis prostitusi online.

“Seperti kasus yang pernah kita temui, saat orang tua mendatangi sebuah hotel di Pekanbaru terlihat anaknya dengan penampilan berbeda, penanganan terhadap prostitusi online ini harus bersama kita tekan. Masyarakat juga harus tingkatkan kepedulian di sekitar supaya anak-anak kita tidak terjerumus,” pungkasnya.

Penulis : Sagala
Editor : Masrul Gusti
Sumber : Cakaplah.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *