BAGANSIAPIAPI – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Marwah (AMMARAH) Rokan Hilir (Rohil) menggelar unjuk rasa di depan Mess Bupati Rohil, jalan Perwira Bagansiapiapi Rabu (9/4).
Dalam aksinya, mahasiswa melakukan long march dari persimpangan jalan Perwira, sambil membawa bendera merah putih dan spanduk-spanduk berisi tuntutan -tuntutan salah satunya penutupan tempat hiburan malam (THM) See You yang berlokasi di jalan utama Bagansiapiapi.
Aksi ini dilakukan setelah sebelumnya terjadi peristiwa pembunuhan dua orang warga Rohil dilokasi THM tersebut pada sabtu, tanggal 29 Maret atau bertepatan pada bulan puasa 1446 hijriah lalu.
Selain itu aksi ini juga menuntut Bupati Rohil agar segera mencopot Kasatpol PP dari jabatannya karena dinilai gagal dalam melaksanakan tupoksinya.
Seorang Koordinator aksi, menegaskan, keresahan mahasiswa terhadap lemahnya pengawasan dan tindakan Pemerintah Rohil dalam menutup operasional THM See You.
“Pemda Rohil harus kooperatif dalam bersikap dan bertindak tegas mencabut izin THM see you,” Kata salah seorang orator unjuk rasa yang diketahui bernama Syarif.
“tidak hanya itu, kami juga menuntut kepada pihak terkait agar menutup semua tempat hiburan malam, tempat judi, Kami mempertanyakan siapa yang ada di balik tetap beroperasinya THM ini ?” tegasnya.
Pengunjuk rasa menilai, pemerintah Rohil terkesan enggan bersikap tegas dalam menindak THM See You yang jelas bertentangan dengan perintah Kapolda Riau Irjen Pol Mohammad Iqbal, yang memerintahkan tempat hiburan malam tutup selama Ramadan 1446 Hijriah.
“Tingginya tingkat kriminalitas, terjadi pembunuhan dimana2 karena merajalelanya narkoba, minuman keras, kami meminta polisi tegas agar tangkap dan periksa pemilik See You yang bernama Along. dan mengaudit izin THM dan itu adalah tanggungjawab Kasatpol PP,” kata Pendemo.
Dalam beberapa kasus kriminalitas pembunuhan yang terjadi di baru -baru ini, Mahasiswa menilai Rohil dalam kondisi tidak aman.
“kami ttakut karena keselamatan masyarakat merasa terancam. sedangkan nyawa polisi saja tidak mereka hargai apalagi nyawa kita masyarakat biasa. kami merasa terancam hidup di tanah kami sendiri,” ucap Akas, seorang korlap Demo.
Puluhan personel kepolisian dari polres dan satpol PP Rohil terlihat membangun pagar betis agar Pendemo tidak masuk kedalam Mess.
Atmosfer panas dan tensi tinggi sempat mewarnai aksi tersebut, namun masing-masing pihak berhasil menahan diri sehingga aksi berjalan damai.
Asisten I Setdakab Rohil, Feri H Paria, didampingi Camat Bangko Aspri Mulya tampak menemui peserta aksi. setelah melakukan negosiasi, akhirnya kedua belah pihak sepakat melakukan perundingan lebih lanjut dilaksanakan di dalam kantor DPMPTSP Rohil.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui isi kesepakatan tersebut. (mg).







