ACEH UTARA – Sejumlah Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Malikussaleh (UNIMAL) terdiri dari Muhammad Aulia Zikri Marpaung, Sindi Patika Sari, Ananda Arianti, Fitria Zulhilma, Husniati danucie Maisyuri, menggelar sosialisasi mengenai sindrom baby blues di Posyandu Dewantara, Aceh Utara, pada selasa (22/10/2024).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para ibu mengenai sindrom baby blues yang sering terjadi setelah melahirkan sekaligus memberikan dukungan mental bagi mereka dalam menghadapinya.
Acara sosialisasi yang dihadiri oleh puluhan ibu hamil dan ibu menyusui itu tampak mendapatkan apresiasi dari peserta. Hal itu terlihat dari antusiasme para peserta dalam mengikuti materi yang disampaikan mahasiswa .
Para mahasiswa menjelaskan secara rinci tentang gejala baby blues, seperti perubahan suasana hati yang drastis, perasaan cemas, sedih serta kelelahan emosional yang umum dialami oleh ibu baru.
Selain itu mahasiswa juga memberikan edukasi cara-cara untuk mengatasi baby blues, seperti berbicara dengan keluarga, mencari dukungan dari pasangan, hingga mengenali kapan harus mencari bantuan profesional. Karena pentingnya dukungan keluarga dalam menjaga kesejahteraan mental ibu pasca melahirkan.
Salah satu mahasiswa yang terlibat, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan kesehatan mental di kalangan masyarakat, terutama ibu-ibu yang sering kali mengalami perubahan emosional setelah melahirkan.
“Kami berharap, melalui sosialisasi ini, para ibu bisa lebih siap secara mental dan tidak merasa sendirian dalam menghadapi perubahan setelah melahirkan,” ujarnya.
Para peserta juga diajak untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman, sehingga tercipta suasana yang interaktif dan penuh keakraban. Beberapa ibu menyampaikan bahwa sebelumnya mereka tidak mengetahui bahwa perubahan suasana hati yang mereka rasakan setelah melahirkan adalah bagian dari sindrom baby blues.
Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para ibu di Dewantara dan sekitarnya lebih memahami kesehatan mental mereka, sehingga bisa mengurangi dampak negatif dari baby blues dan lebih menikmati masa-masa awal menjadi seorang ibu. **







